Profil BKCU Kalimantan DO Indonesia Timur

Tanggal 16 Juni 2010 dengan menggunakan pesawat Lion Air penerbangan Pontianak – Ujung Pandang (Makassar), Ewin berangkat menuju tempat tugas yang baru. Melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya tiba juga di Bandara Internasional Hasanuddin. Keesokan harinya, tepat tanggal 17 Juni 2010 merupakan hari pertama dia bertugas di Kantor District Office Indonesia Timur.

Pembentukan kantor District office Indonesia Timur didasarkan pada  SK Pengurus BKCU Kalimantan Nomor 9/SK/DP/BKCUK/VII/2009 tanggal 19 Juli 2009. Kantor operasional beralamat di Jalan Pelita Raya Blok A24 No. 5, Makassar, Sulawesi Selatan. Satu kantor dengan CU Mekar Kasih, karena DO Indonesia Timur menyewa satu ruangan kerja. Tujuan pembentukan untuk memberikan pelayanan kepada anggota Puskopdit Badan Koordinasi Credit Union Kalimantan di wilayah Indonesia Timur.

Pada awalnya DO Indonesia Timur ditangani oleh 1 orang staf. Dalam perjalanan waktu ada penambahan 3 orang staf lagi, sehingga sampai saat ini staf menjadi 4 orang. Dua orang staf dari Pontianak (Ewin dan Salomon) sedangkan dua orang dari Makassar (Santa dan Reynold). Perekrutan staf yang berasal dari daerah setempat untuk proses regenerasi dan staf bersangkutan juga lebih memahami kondisi dan budaya setempat. Dengan penambahan staf diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada CU Primer. Fokus pelayanan  DO Indonesia Timur pada non keuangan, seperti diklat, teknologi informasi, monitoring dan audit, pendampingan serta konsultansi.

Sebelum ada kantor DO Indonesia Timur, kegiatan diklat telah dilaksanakan di Makassar atau Tana Toraja untuk memenuhi kebutuhan anggota. Pada saat itu,   pelatihan di organisir oleh staf dari PSE Keuskupan Agung Makassar, staf Caritas, staf CU Mekar Kasih atau staf CU Sauan Sibarrung. Secara bergantian mereka membantu penyelenggaraan diklat yang diadakan.

Ada 13 CU Primer yang dilayani oleh Puskopdit BKCU Kalimantan DO Indonesia Timur yang tersebar dibeberapa provinsi dengan jumlah aset dan anggota seperti pada tabel berikut.

No

Nama Credit Union

Alamat

Aset (Rp)

Anggota (Org)

1 Sauan Sibarrung Tana Toraja, Sulsel

141.233.448.051

17.452

2 Kasih Sejahtera Atambua, NTT

141.226.690.611

11.648

3 Mekar Kasih Makassar, Sulsel

80.296.040.003

7.884

4 Sinar Saron Larantuka, NTT

45.297.661.633

4.446

5 Mambuin Manokwari, Papua Barat

35.303.278.879

3.454

6 Gerbang Kasih Ende, NTT

28.132.747.225

2.020

7 Hati Amboina Ambon, Maluku

27.476.963.258

2.847

8 Almendo Sorong, Papua Barat

27.473.011.787

2.244

9 Bahtera Sejahtera Maumere, NTT

22.623.331.980

2.420

10 Sinar Papua Selatan Merauke, Papua

21.695.972.384

3.144

11 Likku Aba Weetebula, NTT

14.171.596.182

1.371

12 Ndar Sesepok Agats, Papua

12.846.559.554

799

13 Mototabian Kotamobagu, Sulut

10.646.290.926

1.429

Jumlah

608.423.592.473

61.158

Sumber : Data Litbang Puskopdit BKCU Kalimantan DO IndoTim, April 2012

Sebagai daerah baru dalam pengembangan credit union model BKCU Kalimantan, tentunya kapasitas Pengurus, Pengawas, Manajemen maupun aktivis lainnya harus terus dilaksankana secara berkelanjutan. Sejak adanya kantor DO Indonesia Timur sampai dengan Juni 2012 telah dilaksanakan 29 pelatihan dengan total peserta 829 orang dengan rincian sebagai berikut.

Tahun Buku Jumlah Pelatihan Jumlah Peserta
2010 9 kali 317 orang
2011 14 kali 265 orang
2012 6 kali 247 orang

Sumber : Data Diklat Puskopdit BKCU Kalimantan DO IndoTim

Penyelenggaraan pelatihan oleh DO IndoTim dilakukan di 3 regio, yakni Regio Makassar, Regio NTT, dan Regio Papua. Hal ini bertujuan untuk membantu CU Primer dimasing-masing regio mengurangi biaya transportasi pada saat mengikuti pelatihan. Memang dalam pelaksanaan diklat lebih banyak dilakukan di Makassar. Dari berbagai regio yang ada, Makassar memiliki akses transportasi yang terhubung dengan  NTT, Papua, Papua Barat, Maluku, dan Sulut. Untuk Regio NTT, pelatihan biasa dilaksanakan di Maumere dan Atambua sedangkan di Pulau Papua lebih sering pelatihan dilaksanakan di Manokwari dan Jayapura, meskipun juga pernah diadakan di Sorong dan Merauke.

Peserta pelatihan tidak hanya dari unsur Pengurus, Pengawas, Manajemen, tetapi juga diikuti oleh kelompok inti, komite ataupun anggota potensial dari masing-masing CU Primer. Dalam pengembangan credit union di wilayah ini, banyak kalangan rohaniawan ikut perperan, terutama Pastor. Hampir di semua credit union yang ada di DO IndoTim memiliki Pengurus/Pengawas atau aktivis dari kalangan Pastor.

Hal yang sangat membanggakan, Pengurus/Pengawas atau aktivis dari kalangan Pastor tidak hanya sekedar mencantumkan nama dalam struktur organisasi tetapi terlibat aktif dalam pengembangan CU Primer. Untuk meningkatkan pemahaman akan pengelolaan CU, Pastor-Pastor juga mengikuti pelatihan bergabung dengan kaum awam. Hal seperti ini  mungkin sulit ditemukan di daerah lainnya.

Untuk terus meningkatkan pemahaman pengelola CU dalam menjalankan roda organisasi, Puskopdit BKCU Kalimantan DO Indonesia Timur telah memprogramkan 14 jenis Diklat pada Tahun Buku 2012 yang akan dilaksanakan di Makassar, Makale, Malino, Sorong, Jayapura, Manokwari, Maumere, dan Ambon. Sumber-sumber pendanaan kegiatan diklat berasal iuran solidaritas dari CU Primer di DO Indonesia Timur, khususnya dan CU Primer anggota Puskopdit BKCU Kalimantan.

Dengan pemahaman dan kemampuan Pengurus, Pengawas, dan Manajemen yang terus meningkat diharapkan pertumbuhan CU Primer semakin pesat, baik dari segi anggota maupun aset secara kwantitas maupun kwalitas. Harapannya dengan diklat yang dilaksanakan Pengurus dan Manajemen memiliki keterampilan dalam mengelola credit union sehingga terwujud credit union yang berkelanjutan dan anggotanya dapat menuju kemandirian finansial.

DO Indonesia Timur mengadakan monitoring terhadap CU Primer secara berkala dengan maksud untuk  melihat perkembangan anggota dan aset, memastikan pengelolaan credit union sesuai standar BKCU Kalimantan, memberikan rekomendasi atas kekeliruan operasional, dan menjalin komunikasi dengan Pengurus, Pengawas, dan Manajemen CU Primer. Pelaksanaan monitoring dilakukan oleh Pengurus dan Manajemen Puskopdit BKCU Kalimantan.

Puskopdit BKCU Kalimantan juga terus mendorong CU Primer untuk melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala, setiap 3 bulan atau 4 bulan. Monev bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengelola berkaitan dengan pencapaian program kerja dan mencari rekomendasi perbaikan atas permasalahan yang dihadapi. Pengurus CU Primer seharusnya menyadari akan pentingnya Monev. Adanya monev dapat  mengidentifikasi masalah yang dihadapi lebih dini dan sekaligus melalui forum Monev dapat dicarikan solusi untuk mengatasinya. Sehingga masalah yang ada tidak berlarut-larut dan mengerogoti credit union. Kesadaran pentingnya Monev terus didorong oleh Puskopdit BKCU Kalimantan agar kedepannya menjadi budaya kerja di CU Primer. Sebagai langkah awal untuk pembelajaran bagi Pengurus CU Primer di DO Indonesia Timur, Puskopdit BKCU Kalimantan membantu memfasilitasi pelaksanaan Monev. Untuk mendukung terciptanya budaya Monev maka tanggal 14-17 Juni 2012, DO Indonesia Timur mengadakan pelatihan Monev di Makassar yang diikuti 46 orang peserta dari 12 CU Primer.

Kegiatan audit sebagai salah satu pelayanan yang diberikan oleh Puskopdit BKCU Kalimantan DO Indonesia Timur untuk membantu CU Primer memperbaiki kinerjanya dalam bidang organisasi, usaha maupun administrasi. Selain itu, dengan adanya audit diharapkan dapat mendeteksi kekeliruan operasional agar segera dapat diperbaiki. Dengan audit juga dapat diketahui kekuatan yang dimiliki oleh credit union untuk terus dikembangkan menjadi lebih optimal.

Harus diakui bahwa layanan audit ini belum maksimal diberikan terhadap CU Primer karena keterbatasan personil. Hal ini sangat disadari, oleh karena itu Puskopdit BKCU Kalimantan sangat mendorong Pengawas di masing-masing CU Primer menjalankan fungsi, tugas dan tanggungjawabnya agar kegiatan kepengawasan dapat berjalan dengan baik. Untuk memberikan pemahaman kepada Pengawas, Bagian Diklat DO Indonesia Timur pada tahun ini kembali menjadwalkan pelatihan audit tanggal 9 s.d. 21 Juli 2012 di Makale, Kab. Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Solusi lain yang sudah dipikirkan oleh Puskopdit BKCU Kalimantan adalah melibatkan unsur Pengurus, Pengawas, Manajemen, dan Komite Audit dari CU Primer dalam melakukan audit CU Primer lainnya dengan sistem audit silang. Hal ini sudah menjadi kesepakatan CU Primer  di DO Indonesia Timur dalam Forum Ketua Pengurus, Ketua Pengawas, dan Menejer tanggal 19-20 Juli 2012 di Balai Diklat PU Wilayah V, Makassar.

Dalam pelayanan teknologi informasi, DO Indonesia Timur memiliki staf yang khusus menangani bidang ini. Pelayanan teknologi informasi yang diberikan berupa pendampingan pemasangan Program Sikopdit MD, pemasangan Program Sikopdit CS, migrasi Sikopdit MD ke Sikopdit CS, pemasangan jaringan lokal, membantu perbaikan database program, dan memfasilitasi CU Primer dalam pengadaan dan perawatan alat-alat teknologi informasi. Untuk di DO Indonesia Timur, semua CU Primer telah menggunakan program komputerisasi dalam menunjang pelayanan kepada anggota. Sofware yang digunakan adalah Sikopdit MD (4 CU Primer) dan Sikopdit CS (9 CU Primer). Secara umum, CU Primer di DO Indonesia Timur sudah mampu menangani permasalahan yang terjadi berkaitan dengan program komputerisasi.

Dalam hal pengelolaan data perkembangan CU Primer, analisa Laporan Keuangan dan data pendukung dilakukan oleh Litbang DO Indonesia Timur. Untuk mengurangi beban kerja bidang Litbang, maka setiap staf yang ada diberikan tugas dan tanggungjawab untuk melakukan analisis terhadap CU Primer yang menjadi dampingannya. Setiap bulan staf wajib membuat laporan hasil analisisnya. Hasil analisis disampaikan kepada CU Primer untuk ditindaklanjuti. Mekanisme ini belum berjalan dengan optimal karena belum semua CU Primer mendapatkan hasil analisis tertulis setiap bulannya secara teratur. Kedepannya, sistem pendampingan seperti ini harus dapat berjalan lebih baik lagi.

Puskopdit BKCU Kalimantan menyediakan tenaga pendamping, baik yang berasal dari manajemen maupun pihak eksternal. Pendampingan bertujuan untuk membantu CU Primer mengatasi masalah yang sedang dihadapi ataupun untuk membantu mengembangkan CU Primer yang baru dibentuk.

Agar terjadi pertukaran pengetahuan dan keterampilan di antara Pengurus, Pengawas, dan Manajemen CU Primer, DO Indonesia Timur memfasilitasi kegiatan magang antar CU Primer. Untuk saat ini, CU Primer yang dijadikan tempat magang adalah CU Sauan Sibarrung dan CU Mekar Kasih. Sedangkan CU Kasih Sejahtera sudah membangun komitmen untuk menjadi tempat magang bagi CU Primer yang baru dibentuk di Diocese Baucau (Keuskupan Baucau), Timor Leste.

Kehadiran Kantor Puskopdit BKCU Kalimantan DO Indonesia Timur diharapkan mampu memberikan pelayanan terhadap CU Primer di wilayah kerjanya. Diharapkan pertumbuhan aset dan anggota, baik kwantitas maupun kwalitasnya menjadi semakin baik. Keberadaan CU Primer model BKCU Kalimantan mampu memperbaiki pola pikir dan budaya anggota dalam mengelola uangnya. Dengan demikian, cita-cita anggota menuju kemandirian finansial dapat terwujud. Semoga demikian.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s